[ACARA] Komisariat Persiapan MAFINDO Menyelenggarakan Pelatihan Literasi Digital di Bogor

Kamis, 7 November 2019. Pelatihan literasi digital oleh Komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) yang dimaksudkan untuk memperluas gerakan menangkal hoaks dan menggalakkan literasi terus dilakukan, kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Savero, Kota Bogor, Jawa Barat.

Yang menarik pada pelatihan literasi digital kali ini adalah panitia yang berasal dari kawan–kawan mahasiswa yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan yang sama, dan merupakan Komisariat Persiapan MAFINDO yang berasal dari beberapa universitas, yaitu Universitas Indonesia (UI), Guna Darma, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Bina Sarana Informatika (BSI) dan Universitas Nasional (UNAS). Dalam mempersiapkan acara ini, komisariat persiapan MAFINDO tersebut juga dibantu oleh relawan MAFINDO Bogor dan Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO.

Direktur Operasional MAFINDO, Dewi S Sari, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat para mahasiswa yang berada di dalam komisariat persipan MAFINDO ini. Ia pun berharap, para mahasiswa yang tergabung dalam komisariat ini dengan kemampuan kritisnya dapat menjadi kekuatan MAFINDO untuk terus menyebarluaskan edukasi anti hoaks dan budaya literasi ke setiap lapisan masyarakat yang berada di daerah atau wilayah Indonesia. Koordinator Relawan MAFINDO Bogor, Noy Husain, juga mengucapkan terima kasih kepada kawan–kawan mahasiswa dari komisariat persiapan MAFINDO. Noy berharap, kawan–kawan mahasiswa khususnya dan seluruh peserta pelatihan pada umumnya dapat membantu MAFINDO Bogor untuk lebih maju lagi kedepannya.

Pelatihan Literasi Digital yang bertema “Media Sosial yang Menyatukan dan Memajukan” dengan narasumber Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Dr. Rahmi serta Pemeriksa Fakta Senior MAFINDO, Dedy Helsyanto, berhasil menarik perhatian dengan sekitar 60 orang peserta yang hadir.

Di sesi pertama, Rahmi menyampaikan materi “Informasi, Kecerdasan dan Inovasi di Media Sosial” yang isinya memberitahukan bagaimana menyikapi perkembangan informasi untuk hal–hal yang menguntungkan dan positif. Selain itu, Rahmi pun menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan literasi digital yang diadakan MAFINDO ini, dan berharap agar langkah–langkah MAFINDO dapat dijadikan contoh dan diikuti baik dari individu maupun organisasi.

Di sesi kedua sekaligus sesi penutup, Dedy yang membawakan materi “Mengidentifikasi Hoaks” mendapatkan antusias yang besar dari para peserta. Dengan penyusunan materi yang runut dan cukup komperhensif, serta penyampaian yang santai membuat peserta menjadi fokus memperhatikan. Selesai penyampain materi ini pun, ada beberapa peserta yang ingin bergabung dengan komisariat persiapan maupun menjadi relawan MAFINDO Bogor.

Dedy yang juga mantan jurnalis dan analis media ini berharap dari kegiatan pelatihan literasi digital, para peserta pada umumnya dan kawan-kawan mahasiswa komisariat persiapan serta relawan MAFINDO Bogor secara khusus dapat bergotong royong dalam memeriksa fakta dari hoaks yang tersebar di berbagai platform media sosial.

Selain penyampaian materi oleh dua narasumber di atas, di kegiatan ini dibagikan pula lembar pertanyaan untuk mengukur kepedulian anti hoaks dari para peserta, baik sebelum dan sesudah mengikuti acara. Sebagai penutup dari acara ini, dilakukan foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *