[ACARA] MAFINDO Jombang: Talkshow on air Internet Sehat “74 Tahun Merawat Kemerdekaan”

Selasa, 20 Agustus 2019, MAFINDO Jombang berpartisipasi di acara Talkshow on air Internet Sehat “74 Tahun Merawat Kemerdekaan” di Radio Suara Jombang 104,1 FM.

Didorong keprihatinan saat membaca kabar tentang insiden yang menimpa saudara-saudara di belahan nusantara sebelah timur, pada talkshow kali ini, MAFINDO Jombang dan MAFINDO Mojokerto berkolaborasi bersama Ninda dari Radio Suara Jombang tentang apa saja yang telah dicapai bangsa setelah 74 tahun merdeka, tantangan apa yang dihadapi, dan apa yang perlu dirawat agar kita semakin menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Bung Karno mengatakan bahwa tantangan setelah kemerdekaan itu lebih berat karena musuh yang dihadapi justru dari bangsa sendiri. Ucapan ini sangat relevan dengan situasi saat ini di mana kita masih mengalami penjajahan informasi akibat adanya industri hoaks dan hate spin. Karena industri ini, hak kita atas informasi yang benar belum kita dapatkan sepenuhnya.

Tantangan lainnya adalah literasi yang rendah sehingga masih banyak kelompok masyarakat yang begitu mudah terhasut oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, padahal ada banyak hal yang harus dikerjakan bangsa ini dalam menghadapi tantangan-tantangan akibat perkembangan teknologi, salah satunya adalah yang berkaitan dengan kedaulatan data. Sebagian dari kita, jangankan memikirkan regulasi yang dapat menjamin kedaulatan data, bahkan sadar bahwa segala prilakunya di Internet adalah data saja belum. Karena itu, sebagaimana ditegaskan mas Yusuf Nur Ichsan, upaya-upaya peningkatan literasi digital merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi.

Imperialisme klasik mungkin sudah berakhir, tetapi justru kita sedang menghadapi perang masa kini yang relatif tak terlihat. Proxy war dan perang asimetris saat ini sangat mengandalkan penggunaan internet oleh pihak-pihak yg saling beradu kekuasaan. Sementara itu, pihak ketiga yang dimanfaatkan dalam perang tersebut seringkali bahkan tidak menyadari bahwa dirinya digunakan untuk kepentingan-kepentingan di luar dirinya.

Mbak Hanifah menggarisbawahi bahwa seseorang tidak dapat merdeka secara penuh sebelum benar-benar mengenal dirinya. Dalam sejarah terlihat bahwa bangsa Indonesia sekalipun sangat elastis dan adaptif tetapi tetap tidak pernah kehilangan jati dirinya. Apapun yang masuk memang diterima tetapi kemudian selalu mengalami Indonesianisasi. Salah satu pencapaian yang sangat penting dalam hal ini adalah saat bangsa ini menyepakati untuk selesai dengan urusan kebangsaan pada tahun 1945. Ini yang seharusnya selalu dipegang oleh setiap orang agar tidak mudah diadu domba dan tidak mudah dibelok-belokkan untuk melayani kepentingan ideologi transnasional.

Menambahkan apa yang ditekankan oleh mbak Hanifah, kita memiliki aset yang sangat istimewa yaitu budaya silaturrahmi, budaya gotong royong, dan spiritualitas yang tinggi. Bila 3 hal ini kita pegang kuat-kuat, kita masih bisa optimis bahwa Indonesia akan mampu menghadapi tantangan apapun. Budaya silaturahmi mampu mengikis potensi kesalahpahaman, budaya gotong royong akan membuat suatu upaya memiliki dampak yang lebih besar, spiritualitas membuat kita sadar bahwa negeri yang kaya ini adalah amanah dari Yang Maha Kuasa yang harus kita pertanggungjawabkan nanti, sehingga kita senantiasa berpikir apakah kita sudah cukup berusaha menjaga kedamaian dan kelestariannya alamnya.

Mari saling bergandengan untuk merawat kemerdekaan! Mari bersama belajar menjadi pribadi merdeka yang memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, dan bukan malah dijajah oleh teknologi!

Salam Internet Sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *