Halal bihalal Mafindo dan Inisiasi Relawan Baru

Minggu, 28 Juli 2019, seluruh relawan Jakarta berkumpul di kediaman salah satu relawan untuk menegakkan kembali jalinan silaturahmi. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, moment silahturahim tidak hanya dipergunakan sebagai momentum berkumpul, tapi kesempatan bertukar pikiran dan membicarakan program kerja Mafindo ke depan. Menjadi bagian dari Mafindo adalah bukan sekadar menjadi suka relawan anti hoaks, melainkan juga menjadi keluarga besar satu komunitas dengan anggota yang heterogen. Mungkin banyak orang bertanya, kenapa sebuah komunitas harus terus membuka diri kepada setiap orang dan menerima banyak jalinan relasi.

Halal bihalal yang semakin ramai ini turut dimeriahkan dengan pembekalan materi kepada para relawan baru. Ristu (koordinator Mafindo Depok) dan relawan Mafindo Depok turut hadir mengikuti jalannya acara. Beberapa relawan yang berdomisili di Bekasi hadir pula memenuhi undangan kami. Acara lengkap paripurna dengan kehadiran para pemeriksa fakta dan Anita Wahid (Presidium Mafindo). Total peserta yang hadir tak kurang dari empat puluh orang, termasuk di dalamnya adalah relawan Mafindo Jakarta, Mafindo Bekasi, dan Mafindo Depok.

Mewakili dari tim pemeriksa fakta, Adith membawakan materi profil Mafindo untuk menyampaikan visi misi. Meski singkat, kegiatan halal bihal ini diharap menjadi ajang pengakraban dan inisiasi relawan baru untuk mengenal Mafindo lebih jauh. Materi yang disampaikan adalah sejarah pendirian Mafindo, apa saja yang Mafindo dalam upaya memberantas hoaks, instansi serta organisasi yang bekerjasama dengan Mafindo, serta kegiatan apa saja yang akan Mafindo kerjakan. Pada kesempatan ini juga dilakukan pemilihan koordinator Jakarta, Yani Sujaya terpilih kembali dengan hasil pemilih terbanyak. Menyusul juga pengumuman perwakilan relawan yang akan ikut SHI dan Rekernas Mafindo y.ang akan dilaksanakan pada akhir bulan Agustus hingga awal bulan Juli.

“If you want to go fast, go alone; if you want to go far, go together!” Pepatah dari Afrika ini kiranya cocok mewakili maksud kami; berjuang mencapai misi dan visi kami BERSAMA. Sebab jika kita ingin berjalan jauh kita tak mungkin mampu berjalan sendirian. Cocok dengan apa yang disampaikan mbak Anita Wahid, kenapa Mafindo punya sembilan presidium? Karena jika hanya ada satu, pasti sudah tepar kelelahan di tengah perjalanan membawa komunitas ke sana kemari. Butuh serep, butuh cadangan, butuh SDM — bahkan sekitar 300 relawan di seluruh Indonesia pun masih kurang untuk melawan hoaks di negeri ini. Mafindo tidak akan besar tanpa relawannya. Perlu diketahui Bersama bahwa komunitas anti hoaks ini bisa berkembang karena satu dengan yang lain saling bahu-membahu untuk saling menguatkan. Dari kegiatan ini diharapkan para relawan terus saling terhubung dan mengenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *