Cerdas Tangkis Hoax Medis

Pada hari Kamis, 24 Januari 2019, telah berlangsung Diskusi Online Cerdas Tangkis Hoax Medis. Diskusi online ini dilaksanakan melalui grup LINE, diprakarsai oleh bidang Kajian Strategis (Kastrat) HIMA-KU FK Undip. Ini merupakan pertama kalinya Kastrat HIMA-KU FK Undip mengadakan diskusi online, yang sebelumnya sudah sering dilakukan oleh kalangan milenial.

Ada 60 peserta mengikuti diskusi online ini. Selain mahasiswa FK Undip, diskusi online ini juga diikuti oleh kalangan umum. Bahkan seorang relawan MAFINDO, Om @⁨Tommy F Rumengan⁩ juga ikut dalam diskusi ini.

Qonitah Anggara Alya dari Kastrat HIMA-KU menjadi moderator diskusi. Qonitah memandu jalannya diskusi yang menghadirkan Aldinshah Vijayabwana, relawan MAFINDO yang juga pernah aktif di Kastrat HIMA-KU, sebagai narasumber. Sebagai mahasiswa kedokteran dan relawan MAFINDO yang sudah mengikuti workshop factchecking dalam Trusted Media Summit 2018, Aldin dianggap mampu menjelaskan hoaks medis dalam diskusi ini.

Aldin memaparkan berbagai hal mengenai hoaks. Contoh-contoh hoaks medis seperti ‘sel kanker takut bawang’, ‘kanker adalah bisnis’, dan juga ‘tusuk jari sembuhkan stroke’ dibahas bersama-sama dalam diskusi ini. Aldin juga menyampaikan bahaya hoaks medis. “Yang jelas, hoaks medis menyuburkan praktik kesehatan yang tidak evidence-based, dalam jangka panjang akan menurunkan produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, Aldin memaparkan pentingnya orang-orang yang paham kesehatan untuk membuat artikel populer kesehatan yang tetap evidence-based untuk melawan hoaks medis. “Referensi valid diciptakan bukan tanpa alasan. Cantumkan itu dalam tulisan, buatlah semudah mungkin untuk dipahami,” kata Aldin. Ketika seorang peserta diskusi menanggapi dengan memberi contoh YouTube, Aldin mengapresiasinya.

Diskusi ditutup dengan Aldin membagikan perkataan Abah Kyai Ahmad Mustofa Bisri/Gus Mus tentang hoaks. “Sing waras, aja ngalah! Dalam melawan penyebaran ujaran kebencian dan hoaks, tidak berlaku ungkapan sing waras ngalah,” begitu kutipan dari Abah Kyai yang dibagikan Aldin. Aldin juga mengajak peserta diskusi untuk menghadiri The Anti Hoax Talent Show di CFD Jln Pahlawan pada hari Minggu, 27 Januari 2019. Aldin kemudian menyelesaikan diskusinya dengan ungkapan trademark MAFINDO Semarang, yaitu “Why spread hoax, when we can spread love?”

MAFINDO sangat mengapresiasi semangat HIMA-KU FK Undip untuk bekerjasama mengadakan diskusi ini. MAFINDO sangat bangga bisa turut berpartisipasi dalam diskusi online ini, dan berharap diskusi semacam ini terus dilaksanakan di berbagai kalangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *