Sarasehan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) “Netizen Bijak Negara Hebat”

Tanggal 20 Desember 2018, MAFINDO Jakarta bekerja sama dengan team Office Mafindo Pusat menyelenggarakan acara sarasehan yang dilaksanakan di hotel Neo Melawai, dengan tema Smart Netizen, Great Nation (Netizen Cerdas, Negara Hebat) dimulai pada pukul 12:00 – 16.30

Acara ini diisi oleh narasumber sebagai berikut:
1. Shafiq Pontoh dengan tema: Hoaks dan Keutuhan Bangsa (Mafindo).
2. Nabillah Saputri dengan tema: Hoax dan Hate Speech, Pengaruhnya di Masyarakat (SAFEnet)
3. Laurentius Sandi W dengan tema: Hoaks dari Perspektif Psikologis (Personal Growth)

Dengan moderator Dewi Sari dari MAFINDO

Acara menjadi menarik karena tidak seperti sarasehan pada umumnya, acara dilengkapi juga dengan peserta diskusi aktif dari Drone Emprit, Badan Siber dan Sandi Negara, Kominfo, Islami.co, serta tokoh akademisi dan budayawan lainnya.

Dimana diskusi tidak hanya berlangsung 1 arah tetapi 2 arah.

Diawali dengan Pembicara Shafiq Pontoh. Shafiq membeberkan definisi hoax, macam-macam hoax, bentuk, impact, serta kaitannya dengan keutuhan bangsa.
Menurutnya, hoax bukan hanya mengenai masyarakat individu di Indonesia, namun juga menjadi masalah di seluruh dunia. Seiring dengan perkembangan jaman yang serba modern, kecepatan dalam teknologi, khususnya dalam penggunaan internet memiliki sisi negatif, dalam hal ini yang berkaitan dengan distribusi informasi. Ini menyebabkan persebaran secara masif mengenai informasi yang bermacam-macam, termasuk informasi yang bersifat hoax dan sampai saat ini, belum ada teknologi yang mumpuni yang dapat menahan informasi yang tersebar secara cepat. Teknologi internet yang cepat dan hoax menurut Shafiq saat ini merupakan senjata yang dapat digunakan siapa saja, terutama penyebaran konten yang tidak jelas.
Hoax yang dibuat dan disebar cenderung dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, namun, memiliki tujuan tersendiri dalam membuat hoax.

Pembicara kedua yaitu Nabila dari SafeNet, membicarakan mengenai Hoax dan Hate Speech, pengaruhnya di masyarakat. Nabila mengatakan bahwa sesungguhnya dalam penyebaran hoax ada beberapa kepentingan yang tersirat dan tersurat. Kepentingan tersebut, dapat berupa kepentingan politik, maupun bertujuan untuk mempengaruhi dan sebagai media propaganda. Pengaruh hoax semakin diperkuat melalui internet, khususnya media sosial dan mesin otomatis yang terhubung dalam Artificial Intelligent (AI). Menurut Nabila, seringkali masyarakat dibuat tidak sadar dalam penggunaan internet, misalnya dalam persetujuan di Google, yang mana di dalamnya mengandung persetujuan bahwa semua data yang kita punya di gadget akan disimpan oleh pihak Google. Dan dari sini, pengaruh hoax dan informasi dapat tersebar secara cepat secara tidak langsung dengan bantuan teknologi seperti ini. Hal ini juga menyebabkan media sosial menjadi rentan terhadap hoax.

Ada hal yang menarik dalam diskusi ini dimana ada masukan bahwa MAFINDO selaku organisasi antihoax harus mempunyai NILAI / VALUES yang harus dipegang oleh MAFINDO, dengan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, kemanusiaan ini maka akan menjadikan demokrasi yang lebih baik.

Diskusi ini semakin menarik dengan kedatangan Badan Siber dan Sandi Negara, dimana negara dirasa perlu ikut andil dalam setiap komunikasi masal, karena hal ini berkaitan dengan sosial dan budaya yang baru di Indonesia. Masukan untuk mengatasi hoax bersama pemerintah di daerah terpencil di Indonesia dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui siaran TVRI, dan radio RRI. Hal ini dilakukan untuk menyebarkan informasi yang valid dan juga untuk menghindari informasi hoax. Begitu pula, harus terdapat sanksi dalam media online penyebar hoax berupa undang-undang yang jelas.

Dalam sarasehan ini, turut melihat sudut pandang lain, yaitu dari psikologi. Menurut Sandi, selaku psikolog yang menjadi pembicara, melihat fenomena hoax sebagai racun di dalam diri dan menyebar melalui interaksi masyarakat. Menurutnya, hoax dibuat dengan menyasar emosi, bukan kognisi, yang kemudian hal ini akan berdampak pada pikiran dan perilaku manusia. Hoax yang menyerang emosi akan lebih mudah terkena pada sasarannya, jika sudah terkena secara emosi, maka sasaran tersebut akan menjadi irasional.
Hoax merupakan persepsi, karena berita atau informasi hoax yang beredar secara terus menerus dapat membentuk persepsi yang salah. Persepsi ini merupakan proses pemaknaan dari stimulus yang kemudian diinterpretasikan. Sedangkan pola pikir atau mindset merupakan cara menilai dan memberikan kesimpulan berdasarkan sudut pandang tertentu. Hal ini tentu didukung juga oleh teknologi yang berkembang pesat. Hoax dalam psikologi merupakan material yang direkayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Bagaimana hoax menyerang keadaan psikologi seseorang yaitu ketika informasi masuk ke dalam sensor pikiran dengan persepsi, kemudian mempengaruhi mindset yang akan berdampak pada perilaku seseorang.

Dalam diskusi ini juga menyampaikan bagaimana adanya intoleransi yang sedang berkembang di media massa. Intoleransi terjadi akibat adanya bias konfirmasi yang tumbuh di dalam diri, faktor narsistik yang berlebihan, dengan menilai diri sendiri secara berlebih, mengagung-agungkan kepercayaan dirinya.

Kominfo sendiri telah melakukan kegiatan berbasis literasi digital sebagai tindakan nyata negara untuk memerangi hoax, serta mengedukasi masyarakat mengenai memfilter berita yang banyak tersebar di internet, khususnya media sosial. Kesimpulan pada sarasehan ini yaitu perlunya bersama-sama melawan hoax, untuk kedepannya perlu tindakan yang lebih konkrit dari masyarakat maupun negara untuk mencegah hoax, dan mengingat pentingnya data yang dinilai menjadi krisis komunikasi di masa depan. Impact / pengaruh yang diharapkan adalah adanya :

1. Tindakan nyata dimulai dari diri sendiri dan keluarga untuk menahan diri tidak mudah membagi berita bohong / yang belum tentu diketahui kebenarannya
2. Ada peran pemerintah dan regulator untuk membendung dan mencegah persebaran hoax dan hatespeech khususnya dalam tahun politik ini untuk demokrasi yang lebih baik
3. Menggiatkan bersama edukasi dan kerjasama antar organisasi mandiri, masyarakat dan pemerintah sehigga kita bersama sama memerangi hoax dan ujaran kebencian ini di masyarakat

Sungguh suatu diskusi yang sangat menarik dan membuat kita semua tergugah untuk menjadi duta – duta perubahan ke arah yang lebih baik secara lebih nyata.

Kita juga akan memberikan kuesioner / pertanyaan dan feed back / umpan balik dari acara ini sehingga bermanfaat secara nyata.

Semoga acara ini bermanfaat bagi demokrasi dan kemanusiaan ke depan khususnya di Indonesia tercinta ini

Salam
Mafindo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *