Founder FAFHH & MAFINDO Hadiri Google “Trusted Media Summit APAC 2018”

Harry Sufehmi, founder FAFHH dan MAFINDO berbicara mengenai infrastruktur basis data hoax oleh MAFINDO

“Google “Trusted Media Summit APAC 2018” :: Pada tanggal 22 Juli 2018, perwakilan Mafindo tiba di Singapura untuk menghadiri acara “Trusted Media Summit 2018”. Kehadiran kami adalah karena mewakili inisiatif https://CekFakta.com, kolaborasi bersama antara 22 perusahaan media online dengan Mafindo, untuk bersama-sama menangkal wabah hoax yang sedang melanda. Mafindo berperan sebagai pendukung kawan-kawan jurnalis, dengan membuat & menyediakan teknologi IT yang digunakan untuk menjalankan CekFakta. Google yang selama ini prihatin dengan wabah hoax global, sangat gembira melihat munculnya gerakan CekFakta. Maka kami dari Mafindo bersama kawan-kawan jurnalis dari CekFakta diundang untuk menghadiri acara ini.

Setiba di Singapura pada hari Minggu 22 Juli, saya langsung datang ke kantor Google. Kedatangan saya tepat pada saat makan malam yang disediakan Google – dan sesi dua mata dengan IFCN (International Fact-Checking Network). Kesempatan itu saya gunakan untuk bertemu dengan Mbak Dulce yang ramah, dan membahas tentang proses sertifikasi Internasional yang sedang dijalani oleh Mafindo.
(spoiler: kami berhasil mendapatkannya, yay! https://ifcncodeofprinciples.poynter.org/signatories )
Lalu kami kembali ke Hotel, dan bersiap untuk acara utama besok di hari Senin.

Acara pagi dimulai dengan presentasi Global Update dari IFCN & FirstDraft. Mereka membahas berbagai hal-hal terbaru seputar hoax, dan tantangan apa saja yang sedang dan akan kita hadapi.

Berikutnya adalah sesi presentasi “Covering the Global Rise of Misinformation”, dari (jrenggg) BuzzFeed 
Ternyata oh ternyata, media yang dikenal sensasional ini ternyata punya divisi internasional yang menekankan pada liputan tentang masalah hoax – bahkan sejak sebelum istilah “fake news” itu populer  ha ha, siapa sangka. Dengan menerapkan teknologi IT untuk memantau pergerakan berita & trend di seluruh dunia, dan menerapkan prinsip “investigative journalism”, maka mereka seringkali jadi bisa menemukan info-info menarik sebelum orang lain menyadarinya. Wow ! 
Ketika menelusuri sumber hoax di Pilpres Amerika, mereka tidak segan mengikuti terus jejak yang ditemukan – sampai akhirnya menemukan sumber masalahnya di Macedonia  ha ha hebat !
https://www.buzzfeednews.com/…/how-macedonia-became-a-globa…
Semoga makin banyak media yang meniru sepak terjang mereka ini.

Presentasi berikutnya “Information Disorder in Asia” dibawakan oleh Dr. Masato Kajimoto, berdasarkan paper dengan judul yang sama : https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3134581
Membahas masalah hoax di berbagai negara di Asia dengan cukup komprehensif.

Indonesia kebagian pembahasan khusus, alhamdulillah sempat saya rekam disini : https://twitter.com/hsuf/status/1030813353101254656
Bisa download video tsb via situs ini : http://www.downloadtwittervideo.com/m/

SESI CEKFAKTA

Break 15 menit, dan lalu tiba giliran kami untuk naik panggung. Para wakil CekFakta adalah Pak Wahyu (Tempo) Mbak Elin (Liputan6) Mbak Citra (KBR) Pak Nur Hasan (Republika) Harry Sufehmi (Mafindo) ditemani di panggung oleh Alexios Mantzarlis, direktur IFCN. Sesi presentasi berlangsung dengan bersemangat, slidenya bisa dilihat disini : https://docs.google.com/…/15Z7aV33l9_TFvKNM0wVzIsz57xP…/edit
Sesi tanya jawab banyak sekali, jika diladeni semua maka pasti kami bablas melebihi waktu yang tersedia  dan selama berhari-hari berikutnya kami terus ditanya oleh berbagai pihak tentang CekFakta, termasuk cara untuk bisa ikut memanfaatkan platformnya untuk dimanfaatkan sebagai alat memerangi hoax di negeri mereka sendiri, wow !  dengan senang hati kami menyanggupi dan saling bertukar info kontak.

Turun dari panggung ketika itu serasa mimpi … rasanya baru kemarin saja saya posting sendirian di forum FAFHH  malam hari selepas kerja, melepas penat dengan melakukan hoax-busting / debunk berbagai hoax yang ada. Tiba-tiba sudah ada Mafindo, dan tiba-tiba Mafindo didaulat di panggung Internasional dengan para jurnalis senior 

Semua ini jelas SANGAT jauh di luar jangkauan & kemampuan saya. Ini hanya bisa terjadi berkat bantuan usaha dari semua kawan-kawan dan aktivis anti-hoax dan izin Allah swt.
Mudah-mudahan dengan berjuang bersama-sama, maka bisa kita terus lejitkan usaha melawan penjajahan hoax di negeri kita ini, amin !

SENIN SIANG 23 JULI

Setelah makan siang suguhan dari catering Google, kami menghadiri sesi 2 mata dengan wakil Facebook. Disitu kami membahas tentang Whatsapp for Business dan berbagai potensi pemanfaatannya untuk melawan hoax. Semoga bisa ada hasilnya dalam waktu beberapa minggu ini, amin.

Ada acara informasi berbagai produk Google & Facebook, namun terpaksa saya lewati karena ada hal terkait IT KPU yang musti saya tangani segera. Alhamdulillah colokan listrik ada dimana-mana dan akses Internet juga kencang sekali (iya lahhh  ) sehingga pekerjaan saya bisa berjalan lancar.

Break sore, lalu dilanjutkan dengan berbagai presentasi seputar pemanfaatan solusi high-tech untuk lawan Hoax dari ByteDance (pembuat app Tik Tok) – namun terus terang saya agak pesimis dengan feasibility nya, dan juga nampaknya scope nya terbatas, yaitu hanya di platform mereka saja. Anyway, tetap menarik berbagai idenya, dan bisa kita adopsi untuk kita sendiri.

UNCONFERENCE

Sebelum makan malam, ada acara bernama “Unconference”  “bukan konferensi” alias acara diskusi non-formal  dengan topik bebas.
Biasanya dikenal juga dengan istilah “Birds of a Feather” (BoF)

Saya memilih group dengan topik “State-sponsored Info Disorders”, karena ini banyak terjadi di era Orba, dan saya berharap kita bisa bersiap hadapi jika terjadi lagi.

Kawan-kawan dari Italia, Papua Nugini, Hong kong, India, Malaysia, Jepang, dll turut bergabung, dan terjadi diskusi seru sampai bablas melewati jatah waktu  hahahaha.
Hadirin cukup sepakat bahwa masyarakat & jurnalis musti saling bekerja sama, dengan juga memanfaatkan berbagai teknologi yang ada.

Hari ini ditutup dengan menikmati hidangan dari catering Google yang alhamdulillah tersertifikasi halal – sangat menolong karena makanan di hotel ternyata tidak jelas, ha ha.
Lalu kami pulang bersama ke hotel dengan menaiki bus yang disediakan.

SELASA 24 JULI

Ada beberapa pilihan acara di pagi ini, namun saya memilih sesi Teleconference bersama Google Amerika.
Disini Mafindo memberikan berbagai masukan agar berbagai produk Google jadi bisa makin dimanfaatkan untuk melawan hoax :

Reverse Image Search : https://docs.google.com/…/1VQDWt8ojNSyNCwNwGPla76NdYO…/edit…
YouTube : https://docs.google.com/…/1ccp58qUZX3JvU_Wf1krJlC3i5t…/edit…

Diskusi cukup panjang lebar dan mencerahkan, dan sekali lagi kami mengusulkan pada Google untuk melenyapkan insentif bagi para produsen hoax, yaitu dengan mematikan akun iklan / AdSense mereka. Semoga bisa ditemukan caranya.

SELASA SIANG 24 JULI

Setelah makan siang seingat saya kembali di interupsi pekerjaan. Tapi saya berhasil menyelesaikannya dan ikut hadir di sesi panel Mbak Anita Ashvini Wahid yang berjudul “When Misinformation Sows Racial and Ethnic Discord”.

Berbagai wakil dari berbagai negara berbagi cerita tentang bagaimana hoax mencabik-cabik negeri mereka  sangat mengerikan.

Ditampilkan berbagai contoh seperti bagaimana hoax di India mengecoh rakyat disana, sehingga kemudian terjadi persekusi terhadap umat Islam 

Dikatakan di berbagai pesan hoax via Whatsapp bahwa umat Islam ini berkonspirasi membuat program vaksinasi yaitu untuk membuat mandul orang Hindu,
orang Islam suka menghina sapi (makhluk suci dalam kepercayaan hindu), dan berbagai hoax yang sangat konyol lainnya.

Tapi karena tidak diperiksa & malah dipercaya, maka menjadi konflik di dunia nyata.
Mudah-mudahan umat Islam di Indonesia bisa menghindari perilaku seperti ini, amin.

Acara berlanjut dengan beberapa diskusi lagi, dan diakhiri dengan foto-foto bersama, sebelum kemudian pada pontang-panting ke airport untuk mengejar jadwal pesawatnya  ha ha ha

2 orang tim Mafindo yaitu saya dan mas Andy tetap tinggal, karena kami diminta ikut sesi 3 hari berjudul “Design Sprint”.
Maka kami kembali pulang ke Hotel.

==========
RABU s/d JUMAT

Menilik judul acaranya, “Design Sprint”, maka kami hadir dengan persiapan untuk membuat #desain solusi anti-hoax.

Bayangkan kagetnya saya ketika menyadari ternyata target acara 3-hari ini adalah sudah ada “working prototype”, solusi yang berfungsi. Bukan cuma sekedar desain  oh my ….

Segera saya ikut rembug dengan teman-teman lainnya di acara tsb, dan alhamdulillah berhasil menyelesaikan desain prototype dalam waktu 1 hari saja 

Keesokan harinya dimulai dengan rembugan tentang rencana implementasi.
Ternyata, mayoritas memilih Python dan Ruby  hahahaha, pakar Python kita malah sudah terbang pulang ke Indonesia   karena kita tidak tahu akan ada kegiatan development / programming.

Maka kemudian saya fokus membantu mereka dari sisi desain & analisis, sementara mas Andy dan kawan-kawan di Indonesia saya minta untuk develop solusi anti-hoax baru : WHB (Whatsapp Hoax Buster) 

=====
Whatsapp Hoax Buster adalah software yang bisa kita kirimi posting yang kita curigai hoax, lalu kemudian dia akan reply instan dengan penjelasan lengkap 
Full otomatis. Tanpa perlu campur tangan manusia.

Idenya ini kami dapat ketika ketemu dengan kawan hoax-buster dari India – dia prihatin karena ada banyak sekali hoax yang menyebar di India, terutama yang menyerang minoritas seperti umat Islam.
Lalu yang dia lakukan adalah mempersilakan orang untuk forward hoax ke akun Whatsapp dia, dan kemudian dia reply secara manual.

Terharu ketika dia perlihatkan hapenya – ada 7000+ unread message wow, begitu banyak orang yang minta pertolongannya, dan sepanjang hari dia berusaha membantu. Namun, tetap saja belum cukup.

Maka dengan bantuan dari Whatsapp Hoax Buster, ini semua biar ditangani oleh komputer. Sehingga dia jadi bisa manfaatkan waktunya untuk hal lainnya 
Dan semua orang yang minta tolong jadi mendapatkan pertolongan   

Anyway, ada sangat banyak kendala yang kami temui, karena sistim Whatsapp ini bersifat tertutup sekali.
Kami implementasi WHB dengan cara setengah hacking  kami buat berupa Chrome extension, dan kemudian “mencantol” ke Whatsapp di browser. Sehingga jadi bisa membaca pesan yang masuk, dan kemudian membalasnya dengan otomatis. Namun, ya, tentu saja ini tidak mudah untuk dilakukan.

=======
Berkat bantuan dari mas Khairul Anshar dan mas Ainun Najib yang berkenan meluangkan waktunya untuk kopdar, dan kemudian berbagi pencerahan – kami berhasil mengatasi berbagai kendala yang ada, alhamdulillah !

Whatsapp Hoax Buster versi 1 kini sudah tersedia di https://turnbackhoax.id/layanan-p…/whb-whatsapp-hoax-buster/ 

========
Direncanakan Whatsapp Hoax Buster versi 2 bisa mendapat akses ke sistem internal Whatsapp (API = application programming interface), sehingga jadi makin mudah digunakan oleh siapa saja.

Mafindo sudah apply / mengajukan permohonan untuk mendapatkan akses ke Whatsapp for Business API. Mudah-mudahan pengajuan tersebut dikabulkan, amin !
https://www.whatsapp.com/business/api

Demikian sekilas laporan saya dari acara Trusted Media Summit APAC (Asia-Pacific) 2018.
Semoga bermanfaat.”

======

Sumber: http://bit.ly/2MIYtyZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *